The sky we saw once, will it still be there? I remember the dream we saw - Soba ni Iru Kara

Kamis, 19 Agustus 2010

Dibalik Hari Ulang Tahun

halloooo....eh, aku balik lagi neeeh....haha...aku mau mosting tentang...*liat ke judul*. oke, bukan gara-gara aku ultah 2 hari yang lalu, tapi karena aku pingin share ke kalian aja, siapa aja, yang lagi ulang tahun apa nggak,

semoga bisa direnungkan..hehe...

Ulang Tahun.

Semua orang pasti seneng kalau hari ini dateng. Ya nggak? Gimana enggak, umur kita bertambah setahun. Kita menjadi lebih dewasa, banyak harapan yang diberikan oleh orang tua dan orang-orang terdekat supaya kita menjadi lebih baik. Belum lagi hadiah, kado dari teman-teman dan saudara. Apalagi kalau dirayakan dengan meriah, iya kan?

Akan tetapi, tahukah kalian, jika kita mengingat lagi ke masa lalu, saat hari kelahiran kita. Iya, kita lahir. Lalu, siapa yang melahirkan kita? Yang berjuang melawan maut untuk melahirkan kita ke dunia? Yang rela berdarah-darah hanya untuk kita?

Ibu

Ya. Ibulah yang telah melahirkan kita. Memperjuangkan kita. Yang membuat kita bisa merasakan ulang tahn setiap tahun. Yang selalu mengusahakan agar kita mendapat ulang tahun yang menyenangkan, dan tidak mengecewakan.

Lalu, pernahkah kalian ingat di hari ulang tahun kalian, kalau hari itu juga, beberapa tahun silam, ibu tengah kesakitan untuk melahirkanmu? Ingatkah kalian, segala yang ia korbankan, bahkan nyawa, untuk membuatmu melihat dunia?

Tidak, mungkin yang kalian ingat hanya perayaan, kado, acara menarik, sulap, nyanyian ulang tahun. Tidak ingat siapa orang di balik hari ulang tahunmu. Siapa yang sebenarnya layak mendapatkan segala yang kamu dapatkan saat hari ulang tahunmu tiba. Kamu yang hanya lahir, tanpa kesakitan, hanya menangis, mendapatkan segalanya. Sementara ibumu? Ia hanya tersenyum melihatmu bahagia, sambil mengenang masa kelahiranmu.

Hari ulang tahun bukan hanya milikmu. Hari itu juga adalah hari ibumu melahirkanmu. Ingatlah, ingat, siapa yang seharusnya dirayakan. Bukan hanya dirimu seorang, tetapi juga orang yang selama ini memberimu segalanya, hanya untuk kamu. Ibu.

Oleh karena itu, jangan pernah sia-siakan hari kelahiranmu. Jangan hanya kamu gunakan untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk menghargai jasa ibumu. Andaikan ibu tidak mau melahirkanmu, kamu tak akan pernah merasakan kebahagiaan saat hari ulang tahun.



Hmm...gimana?

Tolong direnungkan ya, bukan maksud menggurui atau apa, tetapi ini penting. Karena aku ingin kalian nggak hanya hura-hura, tetapi mengambil makna dibaliknya.

Enough from me...thanks..

cheers...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kalau sudah niat komen harap cepat-cepat karena pintu teater 1 sudah dibuka (?)