The sky we saw once, will it still be there? I remember the dream we saw - Soba ni Iru Kara

Kamis, 11 April 2013

Laki laki Itu (Still Past)

Masih satu tahun yang lalu

Dia sahabatku
Sejak pelajaran seni budaya itu, aku berpindah bangku di depannya
Aku sebangku dengan anak perempuan yang sangat aktif. Dari berbicara sampai tingkah lakunya
Kemudian aku mengenal anak yang usianya paling tua di kelas kami itu.
Kami berempat mulai akrab. Aku, dia, si anak perempuan yang aktif, dan anak laki laki besar.

Aku dan dia ternyata tinggal di daerah yang sama
Jauh, tetapi cukup dekat
Setiap hari kami pulang bersama
Naik kendaraan umum, duduk berhadapan di dekat jendela belakang
Menceritakan apapun, sampai kami berpisah

Ternyata dia mempunyai pacar.
Hampir dua tahun dia berhubungan dengannya.
Tetapi kemudian ia mendapat berita duka
Perempuan yang ia sayangi telah tiada
Anak laki laki yang kusukai candanya pun dirundung awan kelabu
Ia kehilangan, tapi tak lama

Ia menemukan pengganti hatinya

Setiap hari ia menceritakan tentang pengganti hatinya itu
Tentang pesan pesan yang diterimanya
Tentang pertama kali kamu menghiburnya saat dia menangis
Tentang betapa kamu begitu menyukainya

Aku merasa kehilangan sahabat laki laki yang kumiliki untukku sendiri

Tetapi tak lama
Kamu bilang kamu sudah berpisah dengannya
Tetapi walaupun kamu berkata begitu, aku tahu satu hal
Kamu masih menyayanginya
Dari caramu gelisah setiap hari
Dari caramu memikirkannya
Aku tahu, aku tahu semuanya

Karena tanpa sadar aku telah memerhatikan tiap detil tingkah lakumu

Pada saat itu, aku memiliki seorang kakak
Yang kupikir benar benar menyayangiku
Yang kukira benar benar memerhatikanku
Yang kukira dialah arti bahagiaku

Tetapi seperti kebanyakan perkiraan, perkiraanku salah

Dia tidak benar benar menyayangiku
Dia tidak benar benar memerhatikanku
Dia juga bukan arti bahagiaku

Dan aku menangis karenanya

Tangisan pertama dan terakhirku untuknya

Dengan dia, laki laki yang kusukai tawanya, mendengarkan tangisku dalam diam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kalau sudah niat komen harap cepat-cepat karena pintu teater 1 sudah dibuka (?)