Satu tahun yang lalu
Dia bukan siapa siapa
Hanya seseorang yang duduk tiga bangku jauhnya dariku saat hari pertama masa orientasi sekolah
Dia hanya teman satu kelas yang belum kutahu namanya
Aku hanya tahu dia berambut ikal pekat dan kulitnya yang gelap
Serta dua nama depannya yang tercantum di kartu pengenal berwarna biru di dadanya
Dia teman sekelasku
Setelah masa orientasi berakhir
Duduknya hanya dua bangku di belakangku
Dia duduk di belakang sendiri, bersama anak yang usianya paling tua di kelasku
Aku belum mengenalnya dengan dekat
Aku hanya suka mendengar suara ramainya dari belakang
Dia teman dekatku
Karena guru seni budaya yang menyuruh kami untuk bertukar bangku setiap pertemuan
Aku berpindah bangku tepat di sebelahnya
Mendengarnya membicarakan hasil karyanya yang -menurutnya- tidak akan membuat puas guru seni kami yang perfeksionis
Dan aku yang menyuruhnya untuk maju terlebih dahulu, dengan janji aku yang akan maju setelahnya
Dan saat itulah percakapan pertama kami dimulai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
kalau sudah niat komen harap cepat-cepat karena pintu teater 1 sudah dibuka (?)