The sky we saw once, will it still be there? I remember the dream we saw - Soba ni Iru Kara

Jumat, 09 Desember 2011

REGRET

Pernahkah kamu menyesalinya....dari hati yang paling dalam?

Menyesal adalah hal paling tidak berguna di dunia, menurutku. Menganggap apa yang kita lakukan itu sia sia. Lalu apa? Jika pada akhirnya hal itu disesali, untuk apa kita melakukannya? Lebih baik tidak melakukannya sama sekali daripada menyesal di akhir.

Kehilangan cinta. Menyesalkah? Tidak. Kehilangan harta? Tidak juga. Kehilangan segalanya? Tidak, kita tidak akan pernah kehilangan segala yang kita punya selama kita masih punya Tuhan dan nafas.

Aku pernah melakukan suatu hal yang mungkin, seharusnya, kusesali. Menganggapnya tidak ada, bukan berati mengabaikannya. Aku hanya menganggapnya teman. Tak lebih. Lalu dia pergi begitu saja. Dan aku baru sadar, betapa ia sangat berarti. Betapa ia sangat berpengaruh. Saat ia pergi, separuh kesadaranku seperti ikut pergi bersamanya. Bodoh sekali, hanya karena satu orang saja, yang tak lebih dari secuil kekuasaan-Nya.

Kemudian waktu berjalan. Aku tidak menyesal saat itu. Karena aku bahkan belum berpikir untuk menyesalinya. Dia terus berubah, seiring waktu yang terbang semakin cepat. Perubahannya yang selama ini kulihat, perlahan menguatkanku, untuk tidak pernah menyesal. Untuk menyadari, bahwa tidak ada makhluk yang sempurna di alam ini. Sesempurna apapun anggapan orang, pasti ada setitik kekurangan di dalamnya. 

Ia tidak sebaik yang kukira. Aku semakin tahu sifat aslinya. Watak sebenarnya. Dan mempertegas keyakinanku untuk tidak pernah menyesali orang sepertinya. Mungkin Tuhan benar, melepasnya dariku, karena Ia tahu, aku terlalu baik untuk orang seperti itu. Tuhan ingin menunjukkan padaku bahwa usiaku masih sangat belia. Mungkin roda kehidupanku masih akan terus berputar, mempertemukanku dengan banyak orang, yang lebih baik, atau bahkan lebih buruk. 

Tuhan memberi jalan terbaik untuk membuka mata dan hatiku, bahwa setiap orang layak mendapatkan yang terbaik untuk diri mereka, selama mereka menghargai diri mereka apa adanya, bahwa mereka diciptakan untuk menjadi diri mereka untuk melakukan yang terbaik, tanpa ada rasa sesal di dalamnya.

Tetapi penyesalan diciptakan bukan untuk dihindari selamanya. Terkadang kita membutuhkan rasa sesal itu, untuk menguatkan diri kita, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Untuk memahami bahwa Tuhan menyiapkan kesempatan kedua untuk semua makhluk-Nya, memperbaiki kesalahan, melakukan hal yang benar dan lebih baik lagi.

with a bunch of big smiles
rika nurlaili dewi :*

I never regret anything. Because every little detail of your life is what made you into who you are in the end.
- Drew Barrymore-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kalau sudah niat komen harap cepat-cepat karena pintu teater 1 sudah dibuka (?)