pengen ngereview sebuah percakapan yang pernah saia lakukan dengan orang rumah. yah, rumah saia ini berasa kayak kost cewek, karena isinya cewek semua, cuman tiga, dan kerjanya cewek semua (?)
malem-malem, lupa hari apa tanggal berapa, aku dan mami saya tercinta
aku: (lagi mainin handycam sambil tiduran)
ibuk: (tiba-tiba muncul habis darimana gitu, jadi bajunya masih rada' bagusan)
aku: "lho, udah pulang?"
ibuk: " iya, kan udah mau maghrib. eh... (tiba-tiba melihat bayangannya di cermin di kamar saia, sambil senyum-senyum sendiri)
aku:" ngapain buk?"
ibuk: (melirik handycam di tangan dengan tatapan sadis (?)) eh, rik, ibuk cantik ya gini? fotoin dong! buat foto di fb! yaa?
aku: ( hampir jatuh dari kasur, tapi nggak jadi soale eman handycam.e) hah??
ibuk: ayo talah! (merengek tingkat dewa)
aku: yawes, yawes, mau pose gimana? (ngganti photo mode, teros menatap ibuk dengan tatapan "oh-my-god-help-me-please")
ibuk: ehm...gimana ya? kamu dong arahin..kamu biasane lak pinter a kalo foto-foto dewe
aku: yaes, gini ae.. (mengarahkan gaya, sensor) trus senyum, yang lebaar..yak.. (siap-siap ngambil foto)
ibuk: udah gini? cantik nggak?
aku: (setengah hati nggak ikhlas, akhirnya ngomong) iyaaa... (jepret!)
ibuk: lho, sudah difoto? kok nggak diitungin? diitung dong satu, dua, tiga, biar ngerti kapan difotonya!
aku: iyawes, he-eh..he-eh..mau lagi? gimana?
ibuk: (tiba-tiba berpose kayak orang alay itu lho, di deket pintu kamar, ndeketin fotonya idola saya)
aku: aaaargghhh!! jangan di situuu!! jangan deket fotonya!! nanti kefoto bareng aaaaa!! (heboh dewe pokoke)
ibuk: ohyaya, sorisori (nyengir, trus minggir)
aku: sekarang biasa ae sambil senyum, satu..dua..ti...
ibuk: sek! kayak gini a? (bergaya)
aku: terserah..satu..dua...tiga..
ibuk: sek sek! senyumnya yaopo?
aku: (dalam hati) sabar..sabar..orang cantik disayang tuhan..huufftt (ngomong biasa lagi) biasa ae senyumnya, jangan kelebaren jangan meringis, senyum ae kayak iklan p********!
ibuk: woke~ siap!
aku: awas kalo sek sek lagi! satu..dua...tiga! (jepret!)
ibuk: eh..liat hasilnya dong!
aku: liaten dewe wes (siap-siap kabur)
ibuk: rik! ini gimana cara liatnya?
aku: dipencet ini..trus ditekan yang ini lhoo..
ibuk: waaah..bagus rik! ibuk cantik di sini! (sebenarnya saia sudah mau muntah kucing saking nggak kuat)
aku: hmmmm....
ibuk: tapi kok...
aku: apa lagi??? (masayaowoh durhaka dikau)
ibuk: kok ada bintik-bintiknya? (nunjuk di hasil fotonya)
aku: oh..soalnya kan rada gelap gitu..jadinya ada kayak begituan...
ibuk: yaaah...gimana seh rik?
aku: udah difotoin nggak usah pake protes dong...udah berbaik hati nih...(lelah lahir batin luar dalam)
ibuk: iyawes...eh, jangan lupa masukin lapto, trus dicrop ya! mau diaplot nanti sama ibuk!
aku: hh...iya..terserah...
(note: all content here is real and not fake, that'a all really happened guys, just realize it xD)
------------------------------------
Dan...apa sebenarnya maksud percakapan di atas? eh, bisa diambil kesimpulan kalau saya adalah anak yang pemalas dan aneh (?) dan ibu saya...ibu yang narsis dan lumayan-aneh-gitu-lah (?).
ehm..karena ini postingan yang sekali lagi nggak jelas dan nggak bermutu, mending langsung kita capcus saja yuukk... xp
-----------------------------------------
Where do you go when you fall on your face?
It's a place that you never should know
Is there a reason why people should change?
And they changing the way that they go
If I was there with you for long
Would you be singing me this song?
I'm holding on
It's a place that you never should know
Is there a reason why people should change?
And they changing the way that they go
If I was there with you for long
Would you be singing me this song?
I'm holding on
(Funny - Scars on Broadway)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
kalau sudah niat komen harap cepat-cepat karena pintu teater 1 sudah dibuka (?)